Rabu, 28 Desember 2011

Tugas Kecil Seorang Ibu By: Atsilah'sBlog

Tiba-tiba muncul suara tangis, tangis yang membuat orang disekitarnya bahagia. buk, anaknya perempuan” , anak itu tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan mempesona.

     “Micelle” begitulah nama yang dipikulnya. Ia mulai besar, menjadi seorang remaja yang merasakan cinta, “cinta monyet” begitu orang dewasa mengatakan cinta remaja. First Love nya adalah Key, makhluk tuhan yang romantis + berwajah tampan. Ia menembak Micelle dengan cara yang aneh. Dan membuktikan cintanya dengan nyebur kekolam (?). Kisah cinta mereka berlanjut hingga SMA.

     Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun telah berlalu. Kini Micelle kecil telah berubah menjadi gadis dewasa yang mengagumkan. Hari ini adalah hari pengumuman lulus atau tidaknya anak SMA, penentu berhasil atau tidaknya pengabdian kita selama 3 tahun ini. ” hey micelle, kau lulus !” kata cherry, sahabat Micelle. ” ah! Masa’ iya ? kau ? ” ”aku juga” beberapa saat kemudian, lapangan telah dipenuhi anak kelas tiga yang siap-siap mencoret-coret baju. Saat yang paling indah, namun tanda dari perpisahan.


     ” ma ! micelle lulus ma !” kata Micelle ” iya nak” sambut mama dengan senyuman bahagia. Namun, tampak kekhawatiran dari keriput di wajahnya. ”kenapa ma?” ”mama khawatir!” kata mama agak kaku ” khawatir kenapa?” batinnya lagi ” khawatir, jika kamu dewasa nanti, dan harus kuliah di negara lain. Mama harus rela melepasmu” bisik Mama. Sejenak bibir Mama tampak bergetar, tangannya dingin, keringat dingin menyapun mulai tampak dari wajah keriputnya. Micelle berusaha menenangkan, dan memeluk Mama ” tahukah kamu, badan mama terasa kaku saat memelukmu? Dan Mama sangat ingin menangis!” kata mama agak sendu ”Ma, Micelle tidak kemana-mana kok ma, kalaupun nanti Micelle kuliah di kota atau negara lain, Micelle pasti akan selalu jenguk dan telpon mama, jadi mama gak usah khawatir” lalu semua terdiam, jam dinding seakan membeku dengan kedinginan pelukan Micelle dan Mamanya.

     Beberapa bulan kemudian, Micelle mulai kuliah di universitas London. Ia menelpon mamanya untuk beritahu kalau dia butuh ini itu buat keperluan kuliahnya. Mama mengerinyitkan dahi, namun tanpa menolak, beliau memenuhinya. Saat Micelle wisuda, mamalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan. Tersenyum dengan bangga. Sampai ketika teman pasangan Micelle datang untuk meminta izin mengambil Micelle dari Mama, maka Mama akan sangat berhati-hati memberi izin. Dan akhirnya saat Mama melihat putri kebanggaannya di pelaminan bersama seseorang yang di anggap pantas. Mama tersenyum bahagia. Apakah Micelle tahu bahwa Mama sempat kebelakang menangis? Mama mengangis karena Micelle sangat bahagia. Dan berdo’a ”ya Allah, kini tugasku telah selesai dengan baik, bahagiakanlah putri kecilku bersama pasangannya” setelah itu Mama hanya bisa menunggu kedatangan Micelle bersama menantu dan cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Hingga malaikat Izrail menjemputnya......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© Copyright 2010
Welcome to kumpulanceritacunun